Tentang Kami
Anyaman Bambu AR Rahman Jambe
Anyaman Bambu AR-Rahman Jambe lahir dari kecintaan mendalam terhadap tradisi kerajinan bambu yang telah diwariskan turun-temurun di Tangerang. Kami percaya bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing dan bersinar di panggung nasional hingga global.
Layanan Kami
Jasa & Layanan
Pengisi Workshop & Seminar
ArRahman siap hadir sebagai pembicara dan instruktur untuk workshop, seminar industri kreatif, dan program pemberdayaan UMKM.
- โTopik kerajinan bambu, UMKM dan eco-crafting
- โTersedia untuk acara pemerintah & swasta
- โPengalaman di berbagai institusi
- โMateri presentasi profesional
- โQ&A interaktif
Pendiri
Di Balik Setiap Anyaman
Ahmad Rahman
Founder & Master Craftsman
"Setiap helai bambu yang dianyam membawa cerita โ cerita tentang tanah, tangan, dan tradisi yang harus kita jaga dan teruskan."
Ahmad Rahman tumbuh besar di tengah keluarga pengrajin bambu di Tangerang. Sejak usia 12 tahun, ia telah belajar menganyam dari sang kakek yang merupakan pengrajin topi pantai terkemuka di daerahnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Kerajinan, Ahmad memutuskan untuk tidak sekadar meneruskan tradisi keluarga, melainkan mengangkatnya ke level berikutnya. Pada 2018, ia mendirikan Anyaman Bambu AR Rahman Jambe dengan tekad untuk membuktikan bahwa produk lokal Indonesia mampu bersaing di pasar internasional.
Kini, Ahmad tidak hanya dikenal sebagai pengrajin handal, tetapi juga sebagai educator yang aktif berbagi ilmu di berbagai workshop dan program pemberdayaan masyarakat.
Keahlian
Sejarah
Warisan yang Hidup
Kerajinan anyaman bambu di Tangerang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat sejak lama. Tidak hanya sebagai mata pencaharian, tetapi juga sebagai warisan turun-temurun yang mencerminkan nilai ketelitian, kreativitas, dan ketahanan dalam menghadapi perubahan zaman.
Akar Tradisi
Sejak era kolonial, masyarakat Kecamatan Jambe dan sekitarnya telah menjadikan anyaman bambu sebagai bagian dari kehidupan. Rahman mulai belajar sejak SD dari kakeknya, seorang pengrajin topi pantai terkemuka, yang mengajarkannya dasar-dasar menganyam dan nilai di balik setiap helai bambu.
Masa Jaya
Puncak kejayaan terjadi ketika topi bambu menjadi atribut wajib Pramuka. Permintaan meningkat pesat, hingga Rahman mampu memproduksi sekitar 8.000 topi per minggu, mencerminkan besarnya peran industri kerajinan bambu saat itu.
Masa Kelam
Setelah perubahan kebijakan atribut Pramuka, topi bambu tidak lagi menjadi seragam wajib. Permintaan menurun drastis dan banyak pengrajin kehilangan pasar. Rahman sempat menutup usahanya, namun kemudian berinovasi dengan menciptakan produk seperti topi dan peci anyaman bambu modern.
Masa Transformasi
Rahman berhasil membangkitkan kembali usahanya dengan mengembangkan brand Aarahman. Transformasi ini menjadi titik balik kebangkitan kerajinan bambu dengan pendekatan yang lebih modern dan inovatif.
UNESCO Recognition
Kerja keras Rahman mendapat pengakuan internasional ketika sentra kerajinannya masuk nominasi 4 besar UNESCO Creative Cities Network. Dalam kunjungan tim UNESCO, ratusan penganyam turut menunjukkan bahwa tradisi ini masih hidup dan dijaga dengan penuh kebanggaan.
Regenerasi dan Harapan
Keberlanjutan kerajinan bergantung pada generasi penerus. Anak bungsu Rahman mulai menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan usaha ini. Diharapkan inovasi baru dari generasi muda dapat membawa kerajinan bambu Tangerang kembali ke masa kejayaannya.
Pengalaman Mengajar
Workshop & Pelatihan
Ahmad Rahman aktif berbagi ilmu anyaman bambu di berbagai institusi dan komunitas, memperluas dampak positif kerajinan lokal.
KRIDAYA (Kerajinan Indonesia sebagai Warisan Budaya)
Pameran bertema meningkatkan penggunaan produk kerajinan dalam keseharian.
KKN Garuda 11
Partisipasi dan kolaborasi dalam kegiatan KKN bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
KaTa Kreatif 2024 (Workshop)
Peserta dalam kegiatan workshop KaTa Kreatif 2024.
KaTa Kreatif 2024 (PMK3I)
Pelaku subsektor kriya berbasis bambu dalam kegiatan Uji Petik PMK3I Kabupaten Tangerang.
Seleksi Nasional UNESCO Creative Cities Network (UCCN)
Seleksi nasional UCCN untuk pengrajin anyaman bambu.
Vitasi UNESCO Creative City Network (UCCN)
Pada 2024, Kecamatan Jambe di Kabupaten Tangerang, khususnya Desa Ancol Pasir, menjadi salah satu lokasi visitasi Tim Penilai Nasional dalam pengajuan Kabupaten Tangerang ke UNESCO Creative Cities Network (UCCN). Kerajinan kriya bambu, seperti topi dan peci anyaman bambu khas Jambe, diangkat sebagai ikon ekonomi kreatif unggulan dalam kategori Crafts and Folk Art.
- Kerajinan topi bambu dan peci anyaman bambu di Desa Ancol Pasir menjadi fokus utama
- Tim Penilai Nasional UCCN melakukan visitasi ke sentra pengrajin bambu di Kecamatan Jambe
- Kemenparekraf memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal
- Jambe diarahkan menjadi pusat sentra anyaman bambu dan bagian dari kampung budaya Kabupaten Tangerang

Lokasi Kami
Temukan Kami
Alamat Lengkap
Desa Ancol Pasir, Kec. Jambe, Kabupaten Tangerang, Banten 15720, Indonesia
Hari Operasional
Setiap Hari, 09.00 โ 16.00 WIB
Kunjungan Workshop
Hubungi kami untuk jadwal kunjungan lebih lanjut
20+
Tahun Pengalaman
10.000+
Produk Terjual
25+
Pengrajin Binaan
5+
Workshop Digelar
3+
Mitra